Archive for Desember, 2010

Kidung Agung 5:16, מחמד = Muhammad

25 Desember 2010

חכו ממתקים וכלומחמדים זה דודיוזה רעי בנותירושלם׃

“His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.”

Dalam bahasa Ibrani im ditambahkan untuk menunjukkan rasa hormat. Dengan cara yang sama im ditambahkan sesudah nama Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa-s salam sehingga menjadi Muhammadim. Dalam Bibel berbahasa Inggris mereka bahkan menerjemahkan nama Nabi Muhammad sebagai “altogether lovely“, tetapi dalam Perjanjian Lama berbahasa Ibrani, nama Nabi Muhammad masih ada.

Mari kita terjemahkan kata ibrani ini מחמד dari Kidung Agung (Song of Solomon) 5:16:

1. buka situs penerjemah berikut: www.freetranslation.com

2. pilih bahasa: Hebrew to English

3. copy-paste-kan kata ini: מחמד

4. kemudian klik TRANSLATE

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءهُمْ وَإِنَّ فَرِيقاً مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Ahlul Kitab mengetahui hal ini seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri; tetapi sebagian dari mereka menyembunyikan kebenaran itu padahal mereka mengetahui.” (Qur`an 2:146)

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

_______________

ددي ذو الفتح

Iklan

Kekafiran bagi Yazid bin Muawiyah

25 Desember 2010

Diantara fakta yang membuktikan kafirnya Yazid adalah dari rangkap syairnya sendiri. Sebagai contoh, dia menulis:

“Jika meminum arak dihalang di dalam agama Muhammad, biarkanlah ianya; saya akan menerima kristen.”

“Adalah dunia ini saja untuk kami. Tidak ada dunia yang lain. Kami tidak perlu dihalang untuk menikmati kelezatan dari dunia ini.”

Rangkap ini terdapat dalam koleksi syair-syair, dan Abul-Faraj bin Jauzi telah merekamkannya di dalam bukunya Radd Ala-Mutaasibul-Anid. Dan lagi katanya:

“Siapapun yang menakutkan kami dengan cerita mengenai kiamat, biarkanlah dia. Itu adalah dusta yang menghalang kami dari kelezatan nyanyian dan musik.”

Sibt Ibn Jauzi menulis di dalam ‘Tadhkira’ hal. 148, ketika keturunan dibawa sebagai tawanan ke Syria; Yazid sedang duduk diaras dua istananya. Dia menyatakan dua rangkap ini:

“Ketika unta-unta membawa tawanan tiba, gagak berbunyi (petanda buruk).”

“Saya berkata: Duhai gagak apakah kamu berbunyi atau tidak, saya tetap membalas dendam terhadap Nabi.”

Dendam merujuk kepada fakta yang keturunan terdahulunya yang terbunuh di peperangan Badr, Uhud, dan Hunain. Dia membalas dendam terhadap kematian mereka dengan membunuh anak-anak Nabi. Bukti yang lain mengenai kekafirannya adalah ketika dia mengadakan keramaian untuk merayakan syahidnya Imam Husain, dia menyampaikan rangkap kata seperti orang yang tidak beragama. Dari Abdullah bin Uzza Bari. Sibt Ibn Jauzi, Abu Raihan dan yang lainnya telah menulis, bahwa Yazid berharap yang keturunannya dapat hadir, mereka yang semua adalah kafir jahiliah yang telah terbunuh di Badr atas arahan Nabi. Yazid berkata:

“Saya berharap mereka dari Bani saya, yang telah terbunuh di Badr, dan mereka yang melihat orang suku Khazraj meraung (di dalam peperangan Uhud) disebabkan oleh tikaman lembing, ada disini. Mereka pasti akan bersorak memuji saya dengan kuat dan berkata: Wahai Yazid, semoga tanganmu tidak lumpuh, karena kamu telah membunuh ketua banu-nya (banu Nabi). Saya melakukannya sebagai membalas dendam untuk Badr, yang mana kini telahpun selesai. Bani Hashim hanya bermain dengan kerajaan. Tidak ada pengkhabaran dari Allah dan tidak juga wahyu yang disampaikan. Saya bukanlah dari keturunan Khandak jika saya tidak menuntut dendam terhadap keturunan Nabi. Kami menuntut dendam atas mereka yang dibunuh oleh Ali dengan membunuh anak-anaknya.”

_______________

Aqai Sultanul Wa’ezim Shirazi, Peshawar Night

“Elia” adalah Nama Ibrani Imam Ali (AS)

21 Desember 2010

Sebuah kayu berukir yang bertuliskan tulisan Semit ditemukan pada tahun 1951 dan kini dipajang di Museum Kepurbakalaan, Moskow, Rusia, diduga berasal dari bahtera Nabi Nuh.

Naskahnya diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Alef Max, Profesor Bahasa Kuno pada Manchester University, Inggris sebagaimana berikut:

“Oh my God, my Helper, in Your mercy and generosity help me, and for the sake of these holy souls: Muhammed, Elia, Shoppar, Shappair, Fatimah who are all great and blessed. The Universe is there for them, help me for their names. Only You can guide us to the straight path.”

Tentunya, nama Elia, Shoppar, dan Shappair dalam bahasa Semit adalah Ali, Hasan, dan Husain dalam bahasa Arab.

Terjemahan itu didokumentasikan dalam surat kabar berikut:

1. Weekly-Mirror: UK, 28/12/53
2. Star of Britain: London, 1/54
3. Manchester Sunlight: Manchester, 23/1/54
4. London Weekly Mirror: 1/2/54
5. Bathrah Najaf: Iraq, 2/2/54
6. Al-Huda: Cairo, 31/3/54

*****

“Aelia” Hebrew Name of Imam Ali (AS)

An engraved wooden block with Semitic writings was found in 1951 and now exhibited in the Museum of Archaeology, Moscow, Russia, is thought to belong to Noah’s Ark.

It was translated into English by Alef Max, professor of ancient tongue at Manchester University, England as follows:

“Oh my God, my Helper, in Your mercy and generosity help me, and for the sake of these holy souls: Muhammed, Elia, Shoppar, Shappair, Fatimah who are all great and blessed. The Universe is there for them, help me for their names. Only You can guide us to the straight path”.

Of course, Elia, Shoppar, and Shappair in Semitic are Ali, Hasan, and Husain in Arabic.

The translation was documented in the following newspapers:

1. Weekly-Mirror: UK, 28/12/53
2. Star of Britain: London, 1/54
3. Manchester Sunlight: Manchester, 23/1/54
4. London Weekly Mirror: 1/2/54
5. Bathrah Najaf: Iraq, 2/2/54
6. Al-Huda: Cairo, 31/3/54

%d blogger menyukai ini: