Ali yang Pertama Mengistiharkan Kepercayaan kepada Nabi Allah

19 Desember 2010

Pada saat yang genting dikala pengistiharan kerasulannya, tiada siapa menolong Muhammad melainkan Ali. Ulama terkenal Sunni, seperti Bukhari dan Muslim, di dalam ‘Sahih’ mereka, Imam Ahmad bin Hanbal di dalam Musnad, dan banyak yang lain, seperti Ibn Abdil-Birr di dalam Istiab, jilid III, hal. 32, Imam Abu Abdur-Rahman Nisai di dalam Khasaisu-Alawi, Sibt Ibn Jauzi di dalam Tadhkira, hal. 63, Sheikh Sulayman Balkhi Hanafi di dalam Yanabiu’l-Mawadda, Bab 12, pada pengesahan dari Tirmidhi dan Muslim, Muhammad bin Talha Shafi’i di dalam Matalibu’s-Su’ul, sub-bahagian I, Ibn Abi’l-Hadid di dalam Sharh Nahju’l-Balagha, jilid III, hal. 258, Tirmidhi di dalam Jam’-e-Tirmidhi, jilid II, hal. 314, Hamwaini di dalam Fara’id, Mir Seyyed Ali Hamadani di dalam Mawaddatu’l-Qurba, dan bahkan Ibn Hajar yang fanatik di dalam Sawaiq-e-Muhriqa, dan para ilmuan yang lain dengan sedikit perbedaan pada perkataan yang dikatakan dari Anas bin Malik dan lainnya bahwa:

“Nabi dijadikan Rasul Allah pada hari Senin dan Ali mengistiharkan kepercayaannya kepada baginda pada hari Selasa.”

Ianya juga telah disebutkan bahwa:

“Rasul Allah telah diistiharkan pada hari Senin dan Ali mengerjakan salat dengan Nabi pada hari selasa.”

Dan lagi:

“Ali adalah lelaki pertama mengistiharkan kepercayaannya kepada Nabi.”

Dan juga dari Tabari, Ibn Abil-Hadid, Tirmidhi, dan lainnya menyampaikan dari Ibn Abbas bahwa:

“Ali adalah yang pertama mengerjakan salat.”

_______________

Aqai Sultanul Wa’ezim ShiraziPeshawar Night

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: