Ayat Al-Qur’an Mencintai Keluarga Nabi

19 Desember 2010

Bukhari dan Muslim, masing-masing di dalam ‘Sahih’nya, Imam Tha’labi di dalam ‘Tafsir’nya, Imam Ahmad bin Hanbal di dalam ‘Musnad’, Tibrani di dalam ‘Mu’jamu’l-Kabir’, Sulayman Balkhi Hanafi di dalam ‘Yanabiu’l-Mawadda’, bab 32, pada pengesahan di ‘Tafsir’ dari Ibn Abi Hatim, ‘Manaqib’ dari Hakim, Wasit dan Wahidi, ‘Hilyatu’l-Auliya’ dari Hafiz Abu Nu’aim Isfahani, dan ‘Fara’id’ dari Hamwaini, Ibn Hajar Makki di dalam ‘Sawa’iq Muhriqa’, di bawah ayat 14 pada kenyataan Ahmad, Muhammad bin Talha Shafi’i di dalam ‘Matalibu’s-Su’ul’, hal. 8, Tabari di dalam ‘Tafsir’, Wahidi di dalam ‘Asbabu’n-Nuzul’, Ibn Maghazili di dalam ‘Manaqib’, Muhibu’d-Din Tabari di dalam ‘Riyazu’n-Nuzra’, Mu’min Shablanji di dalam ‘Nuru’l-Absar’, Zamakhshari di dalam ‘Tafsir’, Imam Fakhru’d-Din Razi di dalam ‘Tafsir Kabir’, Seyyed Abu Bakr Shahabu’d-Din Alawi di dalam ‘Rishfatu’s-Sadi min Bahr-e-Faza’il-e-Baniu’l-Nabi’i’l-Hadi’, bab 1, hal. 22-23 pada kenyataan dari ‘Tafsir of Baghawi’, Tafsir’ dari Tha’labi, ‘Manaqib’ dari Ahmad, Kabir dan Ausat dari Tibrani dan Sadi, Sheikh Abdullah bin Muhammad bin ‘Amir Shabrawi Shafi’i di dalam ‘Al-‘Ittihaf’, hal. 5 pada pengesahan oleh Hakim, Tibrani, dan Ahmad, Jalalu’d-Din Suyuti di dalam ‘Ihya’u’l-Mayyit’ pada pengesahan dari ‘Tafsirs’ dari Ibn Mundhir, Ibn Abi Hatim, Ibn Mardawaih, dan ‘Mu’jamu’l-Kabir’ dari Tibrani; dan Ibn Abi Hatim dan Hakim – secara ringkas, kebanyakkan dari ulama Sunni yang masyhur (mengenepikan beberapa pengikut kuat Bani Umayya dan musuh-musuh Ahli Bayt) telah menyatakan dari Abdullah bin Abbas dan lainnya bahwa ketika ayat berikut dari al-Quran diwahyukan:

“Katakan: Saya tidak meminta apa-apa ganjaran untuknya tetapi kecintaan untuk keluarga terdekatku; dan barangsiapa yang membuat kebajikan, Kami akan memberikannya tambahan…” [42:23]

sekumpulan sahabat bertanya:

“Wahai Nabi Allah, siapakah mereka kerabatmu yang mencintai mereka telah dijadikan wajib atas kami oleh Allah?”

Nabi menjawab:

“Mereka adalah Ali, Fatima, Hasan dan Husain.” (Sebagian hadith mengandungi perkataan “dan anak-anak mereka” berarti Hasan dan Husain).

_______________

Aqai Sultanul Wa’ezim ShiraziPeshawar Night

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: