Nasihat Imam Hassan AS

5 Januari 2011

Dari Juadah bin Abi Umayyah berkata: Ketika Imam Hassan bin Ali bin Abi Thalib as sakit yang membawa kepada kematiannya…, aku datang menjenguknya, lalu aku berkata: “Wahai tuanku mengapakah anda tidak berobat?

Beliau menjawab: “Hai Abdullah, dengan apa kematianku harus kuobati?

Aku berkata: “Inna lillah wa inna ilaihi rajiun.”

Lalu beliau as menoleh kepadaku dan berkata: “Demi Allah, Rasulullah saww telah memberitahu kita, sesungguhnya perkara ini (Imamah) akan dipegang oleh dua belas Imam dari keturunan Ali dan Fathimah. Tidak ada seorang dari kami (Ahlul Bait) akan mati melainkan diracun atau dibunuh.” Kemudian Imam Hassan as menangis.

Lalu aku berkata kepadanya: “Wahai putra Rasulullah, berilah aku nasehat.”

Beliau menjawab: “Baiklah! Bersiaplah untuk perjalananmu dan ambillah bekal sebelum tiba ajalmu. Ketahuilah bahwa kau mencari dunia, sedang kematian juga mengejarmu. Dan janganlah memikul beban hari yang belum datang kepadamu. Dan ketahuilah bahwa engkau tidak mencari harta yang lebih dari bekal makanmu, kecuali berarti engkau menyimpan untuk orang lain. Sadarlah bahwa harta halal yang kau tumpuk ada hisabnya, dan jika harta itu haram engkau akan disiksa sedang jika syubhat (dalam keraguan) engkau akan dicela. Maka jadikanlah dunia ini laksana bangkai. Ambillah secukupnya, sehingga jika itu halal maka engkau telah berlaku zuhud dan jika itu haram maka engkau akan terkena celaan yang ringan. Maka kamu mengambil darinya sebagaimana kamu mengambil dari bangkai. Berbuatlah untuk urusan duniamu seakan-akan kau akan hidup selamanya dan berbuatlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok. Jika engkau ingin perkasa tanpa bantuan orang lain dan ingin mejadi sosok yang kharismatik tanpa harus jadi penguasa, maka tinggalkanlah maksiat kepada Allah dan masuklah dalam lingkaran ketaatan-Nya.”

_______________

Imam Hasan bin Ali الحسن بن علي
624-680 M; Gelar: al-Mujtaba
Hasan bin Ali adalah cucu tertua Nabi Muhammad lewat Fatimah az-Zahra. Hasan menggantikan kepemimpinan ayahnya Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah di Kufah. Berdasarkan perjanjian dengan Muawiyah I, Hasan kemudian melepaskan kekuasaannya atas Irak.

Satu Tanggapan to “Nasihat Imam Hassan AS”

  1. Ismara Suhendar Says:

    Kata yang indah sebagai motivator untuk selalu waspada dalam keberadaan di alam nyata ini serta membumi hanguskan keriyaan dalam hati untuk mencapai keridhaan Allah dalam gerak dan kata.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: