Kritikkan Kepada Sahabat Nabi Tidak Berarti Kafir

13 Januari 2011

Pertama kamu katakan bahwa Syi’ah mengkritik para sahabat dan sebahagian dari isteri Nabi membawa kepada kafir. Saya tidak faham asas kepada kenyataan ini. Jika kritik disokong oleh bukti, ianya diizinkan. Dan jika seseorang membuat tuduhan yang palsu, ini tidak berarti dia kafir. Dia mungkin dikatakan berdosa, sama seperti mereka yang minum arak atau berzina. Dan setiap dosa terhadap perundangan Tuhan boleh diampunkan. Ibn Hazm Zahiri Andalusi (dilahirkan 456 A.H.) berkata di dalam bukunya Al-Fasl fi’l-milal wa’n-Nihal bahagian III, hal. 227: ‘Jika seseorang mengkritik para sahabat Nabi karena kejahilan, dia tidak boleh disalahkan. Jika dia lakukan dengan berpengetahuan, dia berdosa sama seperti mereka yang melakukan zina, curi, dsb. Jika mereka mengutuk para sahabat dengan sengaja, dia adalah kafir oleh karena mereka adalah sahabat Nabi, perangai yang sedemikian sama seperti bermusuh dengan Allah dan Nabi-Nya. Sebaliknya jika hanya kritik sahabat tidaklah membawa kepada kafir.’

Pernah khalifa Umar meminta Nabi untuk mengizinkannya untuk memenggal kepala Hatib, si munafik, walaupun dia seorang sahabat, muhajir, dan juga yang mengambil bagian di dalam peperangan Badr. Oleh karena mengkritik dan mengatakan dia munafik, Umar tidak dikatakan kafir. Jadi bagaimana mungkin Syi’ah dikatakan kafir karena mengkritik sebagian dari sahabat, katakanlah buat seketika apa yang kamu katakan adalah benar. Lebih-lebih lagi ulama kamu (ulama Sunni) yang terkenal telah menolak pandangan kamu. Diantara mereka Qazi Abdur-Rahman Shafii, yang di dalam Mawafiqnya telah menolak penjelasan dari ulama kamu yang fanatik mengenai kafirnya Syi’ah. Dan Muhammad Ghazali menulis bahwa mengutuk dan mengkritik sahabat tidaklah kafir; bahkan mengutuk kedua-dua sheikh tidaklah menjadi kafir. Mulla Sa’d Taftazani menulis di dalam Sharhe Aqa’id-e-Nas’i bahwa: ‘Sebagian orang yang fanatik berkata bahwa sesiapa yang mengutuk sahabat adalah kafir. Amat susah untuk menerima pandangan ini. Kekafiran mereka ini tidak dibuktikan karena sebagian ulama penyokong sahabat, mengabaikan perbuatan mereka yang keji dan membuat alasan yang jahil pada menyokong sahabat ini. Mereka katakan para sahabat Nabi semuanya bebas dari segala dosa, walaupun kenyataan ini bertentangan dengan fakta. Adakalanya mereka berperang sama sendiri. Cemburu dan cinta kepada kuasa kerap menggerakkan mereka pada melakukan kejahatan. Bahkan sebagian dari para sahabat yang terkenal juga tidak bebas dari tindakkan yang berdosa. Maka jika berasaskan pada bukti tertentu, seseorang mengkritik sahabat itu, dia tidak perlu dikutuk karenanya. Sebagian manusia karena mereka berpihak kepada sahabat, telah menutup segala kekejian perbuatan sahabat. Tetapi sebagian lagi ada yang mencatat perbuatan keji mereka dan mengkritiknya.

Selain dari itu, Ibn Athir Jazari, pengarang Jam’u’l-Usul, telah memasukkan Syi’ah di dalam mazhab Islam, jadi bagaimana kamu boleh memanggil mereka kafir? Semasa era khalifa pertama, sebagian manusia mengutuk para sahabat karena perbuatan keji mereka. Bahkan khalifa tidak menjatuhkan mereka dengan hukuman mati karena kafir. Menurut Hakim Nishapuri di dalam Mustadrak, bahagian IV, hal. 335, 354, Imam Ahmad Hanbal di dalam Musnad bahagian 1, hal. 9, Dhahabi di dalam Talkhise Mustadrak, Qazi Ayaz di dalam Kitab-e-Shifa, bahagian IV, Bab 1 dan Imam Ghazali di dalam Ihya’u’l-Ulum, jilid II; menyebutkan di masa khalifa Abu Bakar, seorang datang kepadanya yang mengunakan bahasa kotor dan mengutuknya, mereka yang hadir disitu menjadi marah. Abi Barza Salmi meminta kepada khalifa jika dia boleh mengizinkannya untuk membunuh orang itu karena telah menjadi kafir. Abu Bakar berkata bahwa tidak boleh, oleh karena hanya Nabi saja yang boleh menjatuhkan hukuman yang sedemikian.

_______________

Aqai Sultanul Wa’ezim Shirazi, Peshawar Night

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: