Hadits Madinat Al-Ilm

19 Januari 2011

Hadits ini menunjukkan bahwa kita umat Islam dalam hal keilmuan, khususnya ilmu-ilmu keislaman, harus merujuk kepada Rasulullah saw dan kepada Ali bin Abi Thalib (sa) pasca Nabi saw. Walaupun maknanya satu, redaksi hadits ini bermacam-macam, antara lain:

Rasulullah saw bersabda:

أَنَا مَدِيْنَةُ اْلعِلْمِ وَعَلِيٌّ بَابُهَا فَمَنْ أَرَادَ اْلمَدِيْنَةَ فَلْيَأْتِ اْلبَابَ

“Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang ingin memasuki kota ilmu maka datanglah pada pintunya.”

أنا مدينة العلم وعلي بابها فمن أراد البيت فليأت الباب

“Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang ingin memasuki rumah, maka masuklah melalui pintunya.”

أنامدينة العلم وعلي بابها فمن أراد العلم فليأت الباب

“Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang menginginkan ilmu maka datanglah ke pintunya.”

أنا مدينة العلم وعلي بابها فمن أراد العلم فليأت باب المدينة

“Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang menginginkan ilmu, maka datanglah pada pintu kota itu.”

أنا مدينة العلم وعلي بابها فمن أراد العلم فليأت من بابه

“Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang menginginkan ilmu maka datanglah melalui pintunya.”

من أراد العلم فليأت الباب ومن أتى من غير الباب عد سارقاً وصار من حزب ابليس

“Barangsiapa yang menghendaki ilmu maka datanglah pada pintunya. Barangsiapa yang datang tidak melalui pintunya maka ia tergolong pencuri dan menjadi bagian dari pasukan iblis.”

Al-Hakim menyebutkan dalam kitabnya Al-Mustadrak, bersanad dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:

أنا مدينة العلم وعلي بابها فمن أراد المدينة فليأت الباب

“Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang ingin ke kota itu maka datanglah pada pintunya.” Al-Hakim mengatakan: sanad hadits ini shahih, tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkan.

يا علي أنا مدينة الحكمة وأنت بابها ولن تؤتى المدينة الا من قبل الباب

“Wahai Ali, aku kota hikmah dan kamu adalah pintunya. Tidak akan sampai pada kota hikmah kecuali melalui pintunya.”

Hadits Madinat Al-Ilm dengan bermacam-macam redaksinya terdapat dalam:

[1] Mustadrak Al-Hakim, jilid 3, halaman 126; [2] Tarikh Baghdad, Al-Khathib, jilid 2, halaman 377; [3] Ash-Shawa’iqul Muhriqag, Ibnu Hajar, halaman 183, cet Istambul; [4] Yanabi’ul Mawaddah, halaman 37; [5] Al-Bidayah wan-Nihayah, Ibnu Katsir, jilid 7, halaman 357; [6] Kanzul Ummal, Al-Muttaqi Al-Hindi, catatan kaki Musnad Ahmad jilid 5, halaman 30; [7] Al-Isti’ab, Ibnu Abd Al-Birr, jilid 2, halaman 461; [8] Ar-Riyadh An-Nadhrah, jilid 2, halaman 193; [9] Dzakhairul Uqba, halaman 77; [10] Syarah Nahjul Balaghah, Ibnu Abil Hadid, jilid 2, halaman 236; [11] Kifayah Ath-Thalib, Al-Kanji Asy-Syafi’i, halaman 99; [12] Talkhish Al-Mustadrak, Adz-Dzahabi, jilid 3, halaman 126; [13] Lisanul Mizan, Ibnu Hajar Al-Asqalani, jilid 1, halaman 432; [14] Tahdzib Adz-Tahdzib, jilid 6, halaman 320; [15] Fathul Kabir, An-Nabhani, jilid 1, halaman 276; [16] Tarikh Al-Khulafa’, As-Suyuthi, halaman 170; [17] Jami’ush Shaghir, jilid 1, halaman 364.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: