Hadits Safinah

17 Mei 2011

Hadits ini menegaskan bahwa Allah swt menghendaki manusia selamat dari kebinasaan, fisik dan ruhani, di dunia dan akhirat. Hadits ini merupakan penegasan jaminan keselamatan bagi umat Islam. Allah dan Rasul-Nya mengumpamakan Ahlul bait (sa) seperti bahtera Nabi Nuh (as) dalam hal menyelamatkan umatnya. Redaksi hadits ini bermacam-macam, antara lain:

Rasulullah saw bersabda:

مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق وهوى

“Perumpamaan Ahlul baitku seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal ia akan tenggelam dan celaka.”

مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق

“Perumpamaan Ahlul baitku seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal ia akan tenggelam.” Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak menyatakan bahwa hadits ini shahih berdasarkan persyaratan Muslim.

انما مثل أهل بيتي فيكم كمثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق

“Sungguh tiada lain perumpamaan Ahlul baitku seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal ia akan tenggelam.”

الا ان مثل أهل بيتي فيكم مثل سفينة نوح في قومه من ركبها نجا ومن تخلف عنها غرق

“Ingatlah, sesungguhnya perumpamaan Ahlul baitku bagi kalian seperti bahtera Nuh bagi kaumnya, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal ia akan tenggelam.”

الا ان مثل أهل بيتي فيكم مثل سفينة نوح في قومه من ركبها سلم ومن تركها غرق، وان مثل أهل بيتي فيكم مثل باب حطة بني إسرائيل من دخله غفر له

“Ingatlah, sesungguhnya perumpamaan Ahlul baitku bagi kalian seperti bahtera Nuh bagi kaumnya, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang meninggalkannya ia akan tenggelam; dan sesungguhnya perumpamaan Ahlul baitku bagi kalian seperti pintu benteng Bani Israil, barangsiapa yang memasukinya ia akan diampuni dosa-dosanya.”

مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركبها نجا ومن تأخر عنها هلك

“Perumpamaan Ahlul baitku seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang terlambat ia akan binasa.”

مثل أهل بيتي فيكم كسفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها هلك

“Perumpamaan Ahlub baitku bagi kalian seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menakinya ia akan selamat, dan barangsia yang tertinggal ia akan binasa.”

Hadis Safinah sangat mutawatir, dan dengan bermacam-macam redaksinya hadits ini terdapat dalam kitab:

[1] Mustadrak Al-Hakim, jilid 2, hal. 343, jilid 3, hal. 151; [2] Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, hal. 184 dan 234; [3] Nizham Durar As-Samthin, oleh Az-Zarnadi Al-Hanafi, hal. 235; [4] Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 30 dan 370, cet. Al-Haidariyah; hal. 27 dan 308, cet. Islambul. [5] Muhammadiyah, Mesir; hal. 111 dan 140, cet. Al-Maimaniyah, Mesir; [6] Tarikh Al-Khulafa’, oleh As-Suyuthi Asy-Syafi’i; [7] Is’afur Raghibin, oleh Ash-Shabban Asy-Syafi’I, hal. 109, cet. As-Sa’idiyah; hal. 103, cet. Al-‘Utsamniyah; [8] Faraid As-Samthin, jilid 2, hal. 246, hadits ke 519; [9] Al-Mu’jam Ash-Shaghir, oleh Ath-Thabrani, jilid 1, hal. 139; [10] Nizham Durar As-Samthin, oleh Az-Zarnadi Al-Hanafi, hal. 235; [11] Majma’uz Zawaid, jilid 9, hal. 168; [12] Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, hal. 148 dan 234, cet. Al-Muhammadiyah; hal. 111 dan 140, cet. Al-Maimaniyah, Mesir. [13] Nurul Abshar, oleh Asy-Syablanji, hal. 104, cet. As-Sa’idiyah; [14] Manaqib Al-Imam Ali bin Abi Thalib, oleh Al-Maghazili Asy-Syafi’i, hal. 132, hadits ke: 174,175,176 dan 177, cet. Pertama, Teheran; [15] ‘Uyunul Akhbar, oleh Ibnu Qutaibah, jilid 1, hal. 211, cet. Darul Kutub Al-Mishriyah, Kairo; [16] Al-Fathul Kabir, oleh An-Nabhani, jilid 1, hal. 414; jilid 2, hal. 113; [17] Ihyaul Mayyit oleh As-Suyuthi (catatan pinggir) Al-Ittihaf, hal. 113; [18] Muntakhab Kanzul ‘Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, jilid 5, hal. 95; [19] Syarh Nahjul Balghah, oleh Ibnu Abil Hadid, jilid 1, hal. 73, cet. Pertama, Mesir; jilid 1, hal. 218, cet. Mesir, dengan Tahqiq Muhammad Abul Fadhl; [20] Kunuzul Haqaiq, oleh Al-Mannawi, hal. 119, tanpa menyebutkan cetakan; hal. 141, cet. Bulaq; [21] Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 27, 28, 181, 183, 193, 261 dan 298, cet. Islambul; hal. 30, 31, 213, 217, 228, 312 dan 375 cet. Al-Haidariyah; [22] Ihqaqul Haqq, oleh At-Tustari, jilid 9, hal. 270-293, cet. Teheran; [23] Muhammad wa li wa banuhu Al-Awshiya’, oleh Al-‘Askari, jilid 1, hal. 239-282, cet. Al-Adab; [24] Faraid As-Samthin, jilid 2, hal. 244, hadits 517.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: