Kesucian Islam dan Mazhab Bagian dari Keyakinan Muslim

8 Juli 2012

Mereka yang melecehkan kesucian Ahlul Bait as dan para Imam maksum harus diganjar dengan hukuman terberat sesuai dengan undang-undang.

Kesucian Islam dan mazhab merupakan bagian dari keyakinan muslim dan mereka yang melecehkan kesucian ini harus diadili sesuai dengan hukum Islam.

Kewajiban setiap muslim terhadap Ahlul Bait Nabi adalah sedapat mungkin mengikuti ajaran dan tuntunan mereka serta menghormat pada mereka.

Pelecehan terhadap setiap muslim adalah haram hukumnya, apalagi terhadap para Imam maksum dan Ahlul Bait Nabi yang memiliki kedudukan tinggi dan menjadi kewajiban semua orang untuk menjaga kedudukan tersebut.

Nabi ketika melakukan ibadah tawaf berkata kepada Baitullah, bahwa: “Sungguh mulia dan suci kedudukanmu, namun kehormatan seorang mukmin lebih besar darimu.”

Mereka yang menghina dan melecehkan orang lain harus bertaubat di pengadilan Allah swt supaya tidak tertimpa azab.


Ibnu Taimiyah Manusia “Sesat” Pertama Melarang Tawassul

23 Juni 2012

Al Imam al Mujtahid al Hafizh Taqiyyuddin as Subki (Imam terkemuka semasa dengan Ibn Taimiyah yang telah mencapai derajat Mujtahid Mutlaq; sekelas Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan lainnya. Ayah dari al Imam al Faqih Tajuddin as Subki; penulis kitab Jam’il Jawami’) telah membantah habis semua kesesatan Ibn Taimiyah, termasuk dalam masalah ziarah ke makam Rasulullah saw dan bertawassul dengannya yang oleh Ibn Taimiyah dianggap sebagai perbuatan kufur dan syirik. (Na’udzu billah)

Al Imam Taqiyyuddin as Subki dalam karya bantahannya kepada Ibn Taimiyah, berjudul “Syifa’ as Siqam fi Ziyarah Khair al Anam”, pada halaman 160 menuliskan sebagai berikut:

اعلم أنه يجوز ويحسن التوسل والاستعانة والتشفع بالنبي صلى الله عليه وسلم إلى ربه سبحانه وتعالى ، وجواز ذلك وحسنه من الأمور المعلومة لكل ذي دين المعروفة من فعل الأنبياء والمرسلين وسير السلف الصالحين والعلماء والعوام من المسلمين ، ولم ينكر أحد ذلك من أهل الأديان ولا سمع به في زمن من الأزمان حتى جاء ابن تيمية فتكلم في ذلك بكلام يلبس فيه على الضعفاء الأغمار، وابتدع ما لم يسبق إليه في سائر الأعصار. . . ].اهـ

“Ketahuilah bahwa dibolehkan dan baik  melakukan tawassul, istighatsah dan tasyaffu’ (menjadikan wasilah) dengan Rasulullah dalam doa kepada Allah. Kebolehan dan baiknya masalah ini adalah perkara yang telah diketahui oleh semua orang beragama Islam; itu dikenal sebagai perbuatan yang dilakukan oleh para nabi sendiri, para rasul, orang-orang salaf saleh, para ulama, dan seluruh orang-orang Islam yang awam sekalipun. Tidak ada seorangpun dari orang-orang Islam tersebut yang mengingkari perkara ini, bahkan tidak pernah didengar dari semenjak dahulu kala ada orang yang mengingkari masalah tawassul ini, hingga kemudian datang Ahmad ibn Taimiyah; lalu ia berbicara masalah tawassul dengan pembicaraan yang penuh tipuan terhadap orang-orang awam, ia membuat bid’ah sesat yang tidak pernah dilakukan oleh siapapun di masa dahulu (dengan mengharamkan tawassul dan ziyarah ke makam Rasulullah) …”

Lengkap untuk didownload kitab “Syifa’ as Siqam” karya Imam as Subki sebagai bantahan terhadap kesesatan Ahmad ibn Taimiyah Klik disini.


Islamic Center Mosque of Samarinda

8 April 2012

Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar di Asia Tenggara. Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.

Masjid indah ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi.

Masjid indah ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah tasbih.

Selain menara utama, masjid indah ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter.


%d blogger menyukai ini: