Khotbah Imam Ali bin Abi Thalib (AS): Memaksimalkan Manfaat dari Bulan Suci Ramadhan

15 Juli 2012

Bulan suci Ramadhan telah dimulai, Sang Imam (as) memasuki mesjid Kufah, naik ke mimbar dan setelah memuji Allah (SWT) dan mengirim salam kepada Nabi Suci Muhammad (saw) beliau menghadap ke orang-orang:

“Wahai manusia! Kami mengamati bulan yang Allah (SWT) telah menjadikannya lebih unggul dari semua bulan lainnya. Inilah bulan dimana gerbang langit dan pintu rahmat Tuhan dibuka dan gerbang Nar ditutup.”

“Inilah bulan dimana suara-suara (orang) didengar dan doa diterima dan orang-orang yang menangis menyebabkan turunnya rahmat Allah (SWT).”

“Inilah bulan yang malam harinya malaikat turun dari langit atas perintah Allah (SWT), dan memberikan salam sampai subuh kepada laki-laki dan perempuan yang berpuasa. Malam itu adalah malam Qadr (Malam Kemuliaan). Puasa di hari berikutnya lebih besar (pahalanya) dari puasa seribu bulan, dan melakukan apapun yang baik lebih besar (pahalanya) dari melakukan yang baik selama seribu bulan.”

“Allah (SWT) mengirim berkatnya siang dan malam di bulan suci Ramadhan ini. Maka siapapun yang melakukan setiap hal kecil yang bermanfaat di bulan ini, ia akan mendapatkan kehormatan pada hari ia menghadap Allah (SWT), dan tidak seorang pun yang mendapatkan kehormatan di hadapan Allah (SWT) kecuali Allah akan memberikan Surga kepadanya.”

Kemudian Amirul Mu’minin Imam Ali bin Abi Thalib (as) melanjutkan pidatonya di atas mimbar masjid Kufa:

“Wahai hamba-hamba Allah! Bulan ini tidaklah sama seperti bulan yang lainnya! Siang dan malam harinya, juga setiap jamnya adalah lebih berharga dibandingkan bulan-bulan lainnya. Inilah bulan dimana Setan dibelenggu selama satu bulan penuh. Allah (SWT) menambah rizki dan kelangsungan hidup serta memilih tamu-tamu rumah-Nya (untuk haji Ziarah).”

“Hai orang yang berpuasa! Berhati-hatilah tentang apa yang engkau lakukan. Engkau adalah tamu Tuhanmu di bulan ini. Amati perilakumu setiap hari dan perhatikan bagaimana engkau menjaga tubuh dan anggota-anggota badanmu dari melakukan dosa.”

“Berhati-hatilah untuk tidak tidur sepanjang malam dan ceroboh pada siang harinya, dan akibatnya begitu bulan ini berlalu engkau masih membawa dosa-dosamu. Sehingga pada hari orang-orang beriman mendapatkan pahala puasa, engkau (malah) termasuk orang-orang yang merugi; atau mereka menikmati berkat-berkat dan anugerah Tuhan sementara engkau tidak bisa mendapatkan semua itu, dan mereka menjadi dekat dengan Allah (SWT) selama hidupnya sementara engkau berada di antara mereka yang dijauhkan dari-Nya!”

“Hai orang yang berpuasa! Jika engkau jauh dari Tuhanmu, kemanakah engkau akan berpaling? Jika Tuhanmu meninggalkan engkau sendirian, siapa yang akan menolongmu? Dan jika Dia tidak menerima engkau di antara hamba-hambanya-Nya, kepada siapa engkau akan pasrah? Dan jika Dia tidak mengampunimu, kepada siapa engkau akan memohon ampun?”

“Hai orang yang berpuasa! Bacalah Al-Quran di siang dan malam harinya sebagai sarana untuk semakin dekat kepada Allah (SWT). Sungguh Kitab Allah dapat berdoa bagi mereka yang membacanya dan syafaat akan diterima pada hari kebangkitan. Oleh karena itu, mereka (yang membaca Al-Qur’an) naik ke tingkat Surga yang lebih tinggi dengan membaca ayat-ayat Kitab ini.”

“Kabar gembira bagi orang yang berpuasa! Aku mendengar dari orang yang paling aku cintai, Nabi Allah berkata, “Allah mengampuni sejumlah besar orang dari siksa api Neraka, tetapi tidak ada yang tahu berapa banyak mereka kecuali diri-Nya. Pada malam terakhir bulan Ramadhan Allah akan mengampuni sebanyak Dia memberikan ampunan sepanjang bulan ini.”

Ketika itu ada seorang pria dari sebuah suku Hamdaan berdiri dan berkata, “Wahai Amirul Mu’minin! Beritahukan lagi kepada kami dari yang kekasihmu (Nabi Suci Muhammad saw) beritahukan kepada engkau tentang Ramadhan.”

Amirul Mu’minin berkata, “Aku mendengar bahwa saudaraku dan sepupuku, Nabi Allah berkata, ‘Barangsiapa berpuasa selama bulan Ramadhan dan menghindari dosa, ia akan masuk Surga.'”

Pria dari suku Hamdaan itu mengulangi permintaannya sebanyak tiga kali dan Imam Ali bin Abi Thalib (as) menjawab di ketiga kalinya sebagai berikut,

“Saya mendengar bahwa yang terbesar dari semua Nabi, Rasul dan Malaikat Allah berkata, ‘Penguasa Penerus akan dibunuh di Penguasa Bulan.'”

“Aku bertanya: ‘Bulan yang manakah penguasa semua bulan dan siapakah Penguasa Penerus?'”

“Nabi saw bersabda, Penguasa bulan adalah Ramadhan dan Penguasa Penerus adalah engkau, hai Ali.'”

“Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Apakah ini (sungguh) akan terjadi?'”

“Nabi saw bersabda, ‘Aku bersumpah kepada Allah ini akan terjadi. Sungguh, yang terburuk di antara orang-orang bangsaku akan memukul bagian atas kepala engkau dengan pedang sehingga darah akan menutupi wajah dan jenggotmu.'”

_______________

Diterjemahkan dari: http://www.ezsoftech.com/ramadan/ramadan30.asp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: